Home / Budaya / Sudah Saatnya Aceh Singkil Deklarasikan Kabupaten Literasi

Sudah Saatnya Aceh Singkil Deklarasikan Kabupaten Literasi

Pengawas Sekolah, Drs.H.Kaspani, M.Pd

ACEHCARONG.COM | SINGKIL – Pengawas  sekolah SMA dari daerah khusus Drs.H.Kaspani, M.Pd  berharap kepada Pemkab Aceh Singkil untuk segera mendeklarasikan sebagai kabupaten berliterasi seperti kabupaten lainnya di Aceh. Hal ini disampaikan Kaspani saat meninjau kegiatan belajar mengajar di beberapa sekolah dalam kawasan Aceh Singkil, Jum’at (5/1/2018)

Saat dihubungi redaksi acehcarong.com Kaspani mengatakan, sepengetahuannya Aceh Singkil, belum mendeklarasikan dirinya sebagai kabupaten literasi, sebagaimana kabupate/kota lainnya telah lebih dahulu mencanangkan gerakan ini.

Namun,  upaya untuk memotivasi sekolah-sekolah di Aceh Singkil lewat USAID Prioritas dengan Program Pengembangan MBS dan Penerapan Pembelajaran yang Aktif yang ada selipan materi budaya baca dan literasi telah dilakukan dua tahun lalu, diantaranya saya termasuk fasilitator daerah dalam kegiatan tersebut, ujar pengawas berprestasi tingkat nasional ini.

Kaspani menjelaskan, menurutnya ada tiga hal yang dapat dilakukan oleh Pemda Aceh Singkil dengan  diadakannya deklarasi literasi ini yaitu, pembiasaan, keteladanan, dan suplai buku.

“Upaya pembiasaan dan keteladanan dapat dilakukan oleh instansi-instansi terutama sekolah baik tingkat dasar maupun menengah. Pembiasaan dapat dilakukan dengan memberlakukan jam membaca bagi siswa dan guru, penyediaan sudut baca, penulisan resume hingga pemberian reward bagi siswa yang banyak menulis resume dalam kurun waktu tertentu. Sedangkan penyediaan sudut baca, instansi lain seperti dinas kesehatan, rumah sakit, kantor desa, pustaka desa dan daerah, pustaka keliling atau instansi lain yang melakukan pelayanan publik,” ujarnya.

Selanjutnya Kaspani menambahkan, upaya yang benar -benar menunjukkan Aceh Singkil nantinya sebagai kabupaten literasi adalah, suplai buku, yaitu melakukan beberapa hal seperti pembangunan perpustakaan, pengadaan mobiler, buku non pelajaran, gerakan buku murah, penambahan buku di pustaka desa, gerakan sumbangan buku dari masyarakat dan sebagainya.

Di era Aceh singkil yang menuju perubahan ini, sesuatu yang sebelumnya dianggap mustahil, bukan tidak mungkin dapat diraih. Saya masih ingat, pada satu kesempatan diskusi, seorang pakar mengatakan, bukan karena kondisi geografis, kompetensi atau budaya yang menentukan kemajuan suatu daerah. Tapi faktor yang sangat menentukan adalah institusi, kebijakan dan pengelolaan daerah tersebut. Kebijakan itu bisa dalam bentuk pemberian motivasi, dana yang dialokasikan, dan kebijakan positif yang berpihak pada kemajuan, pungkas Kaspani. [Bay]

Check Also

DISDIK ACEH LAKSANAKAN RAKOR DAN SINKRONISASI PROGRAM PENDIDIKAN

ACEH CARONG.BANDA ACEH. Dalam upaya membangun pendidikan di Aceh, Dinas Pendidikan Aceh melaksanakan rapat koordinasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *