Home / News / Guru Honorer Bertanya, Laisani Menjawab

Guru Honorer Bertanya, Laisani Menjawab

Acehcarong.com | Banda Aceh –  Disela kesibukan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs.H.Laisani, M.Si dari pagi jelang sore Senin (16/04) kemudian malam hari melanjutkan aktifitasnya di kantor hingga jelang Shubuh.

Saat acehcarong.com menemui di ruang kerjanya pukul 01.30 WIB dinihari. Dalam keadaan mata mengantuk, namun mendengar keluhan guru honorer, Laisani tetap bersemangat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan hingga jelang Shubuh.

“Meunyoe urusan guru, long tunda woe u rumoh. Ta tuntaskan malam nyoe aju, troh beungoh sanggup lon jaweub (Kalau urusan guru, saya tunda pulang ke rumah. Kita tuntaskan malam ini terus, sampai pagi sanggup saya jawab).”Ujar Laisani.

Beberapa pertanyaan yang rangkum oleh acehcarong.com yang dikutip melalui media sosial yang diajukan ke Disdik Aceh dalam beberapa hari ini.

Sebelumnya, Laisani mengatakan pada dasarnya Disdik Aceh sudah mengumumkan prosedur dan syarat bagi guru Non PNS yang lulus UKG tahap pertama dan yang akan mengikuti UKG tahap kedua.

“Semua terinci dengan jelas. Tinggal lagi guru-guru kita membudayakan literasi, baca berulang kali dan pahami isinya. Namun kita pahami juga, ada sebagian guru-guru honorer yang belum memperoleh informasi secara akurat. Kita pun siap menjelaskannya dan tolong publikasikan, ujar Laisani.

Penjelasan Laisani dari beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh guru honorer terutama yang berada di daerah.

Pertama, Laisani menjelaskan, pada tahap pertama dilaksanakan tes UKG Non PNS guru yang terdaftar di dapodik, semuanya bisa mengikuti ujian.

Namun setelah pengumuman, saat mereka melakukan pendaftaran ulang bagi yang lulus, ternyata ada sebagian kecil tidak linier antara jurusan di ijazah dengan bidang studi yang diajarkannya di sekolah. Disdik Aceh mengambil kebijakan mereka harus dikembalikan mengajar sesuai dengan jurusan di ijazahnya.

Selanjutnya, ujar Laisani. Pada tes UKG tahap kedua tidak ada lagi guru non PNS saat mendaftar ulang di PPMG masing-masing wilayah yang tidak linier. Semua data mereka disingkronkan dengan panitia di Kemdikbud.

Kita maklumi ada kendala, kata Laisani. Ada keluhan guru yang selama ini mengajar tidak linier di sekolah tapi mereka terdaftar di dapodik. Saat mereka mendaftar di PPMG, harus lampirkan jam mengajar sesuai dengan ijazahnya.

Demikian juga halnya bagi yang lulus tahap pertama dan yang akan mengikuti tes UKG tahap kedua. Disdik Aceh memberikan solusi. Apabila jam mengajar tidak cukup di sekolah tempat mereka bertugas, ada penambahan jam sebagai wali kelas, guru piket dan penjaga perpustakaan.

Selanjutnya, apabila masih belum mencukupi, mereka harus mencari jam di sekolah lain dalam satu kabupaten/kota. Apabila masih belum terpenuhi, mereka harus mencari di kabupaten/kota lain dalam satu wilayah. Kalaupun itu tidak terpenuhi, Disdik Aceh lah yang menempatkan mereka di 23 kabupaten/kota yang masih kekurangan guru. Merekapun harus bersedia ditempatkan dimana saja. Apabila mereka tidak bersedia, maka dianggap mengundurkan diri.

Laisani menambahkan, ini perlu dilakukan agar guru mengajar sesuai dengan jurusannya. Persoalan mereka mengajar tidak linier. kenapa saat pembagian tugas, mereka menerima bidang studi lain yang tidak sesuai dengan ahlinya. Persoalan dia mampu mengajar bidang studi lain, itu lain persoalan. Aturannya guru harus mengajar linier sesuai dengan ahlinya.

Kedua, guru produktif yang mengajar di SMK tetap harus linier. Misalnya, guru yang memiliki ijazah Teknik Mesin, di SMK pun dia harus mengajar jurusan Teknik yang ada hubungannya dengan mesin. “Tidak dibenarkan mengajar bidang studi PPKn atau yang lainnya,”ujar Laisani.

Ketiga, bagi yang memiliki AKTA IV dan terdaftar di dapodik. Mereka bisa mengikuti tes UKG, asalkan linier. Misalnya alumni Fakultas Hukum, mengajar bidang studi PPKn dan memiliki Akta IV, ini sah. Karena dasar hukumnya mereka telah memiliki SIM Akta IV.

Keempat, bagi guru honorer yang sudah sertifikasi namun belum lulus tes UKG. Mereka harus mengikuti tes tahap kedua dan ketiga.

Apabila sampai tahap ketiga mereka tidak lulus, mereka dikembalikan ke pihak sekolah, apakah masih diterima mengajar atau tidak. Kalaupun diterima dan dibutuhkan oleh pihak sekolah, Disdik Aceh hanya memberikan honorer sesuai dengan yang telah ditetapkan. Masalah sertikasi yang bersangkutan, itu urusan pusat.

Kelima, bagi guru baik berijazah keguruan atau guru produktif non pendidikan seperti yang ditanyakan, andaikan ada diantara mereka sudah memiliki sertifikat pendidik atau sertifikasi. Namun mereka mengajar tidak linier di sekolah. Dalam hal ini, Disdik Aceh mengembalikan mereka mengajar sesuai dengan ijazah dan jurusan yang mereka miliki.

Permasalahan mereka tidak linier antara ijazah dengan sertifikat pendidik yang dikeluarkan, itu kembali pada kebijakan pusat. “Disdik Aceh tetap ingin mengembalikan mereka mengajar sesuai bidangnya, “sahut Laisani.

Keenam, pada tahap kedua ada penambahan untuk guru PAI (Pendidikan Agama Islam). Bagi guru agama yang mengajar di SMA, SMK dan PLB dan terdaftar di dapodik, mereka berhak untuk mengikuti tes UKG.

Ketujuh, bagi tenaga kependidikan seperti tata usaha, pegawai perpustakaan, laboran, dan lain-lain. Untuk tahun ini, mereka hanya dilakukan seleksi administrasi saja dari dapodik yang dikirimkan dari sekolah ke Disdik Aceh. Mereka akan diberikan gaji sesuai UMP Aceh. Tahun depan barulah dilaksanakan ujian.

“Ditanya kapan pengumuman bagi tenaga kependidikan, Laisani mengatakan kita selesaikan dulu UKG dan akan menyusul pengumuman tenaga kependidikan, untuk sementara waktu harap bersabar, “ujar Laisani.

Diakhir pembicaraan, Laisani menegaskan. Kebijakan ini dilakukan setelah melalui proses dengan melibatkan para akademisi dan berkoordinasi dengan Kemdikbud.

“Persentase guru yang mengajar tidak linier jauh lebih kecil dari persentase guru yang mengajar secara linier. Tidak mungkin kita korbankan ribuan guru yang linier mengajar sesuai dengan bidangnya dengan sebagian kecil guru yang tidak linier. Kita kembalikan yang sedikit ini untuk mengikuti yang banyak dan ini adalah sebuah aturan,” pungkas Laisani.

Laisani mengatakan, tidak ada niat bagi kita mempersulit guru, justru sebaliknya akan memudahkan mereka kedepannya bahwa mengajarlah sesuai dengan kompetensi sesuai dengan jurusan dan ijazah yang dimilikinya. [Bay]

Check Also

DISDIK ACEH LAKSANAKAN RAKOR DAN SINKRONISASI PROGRAM PENDIDIKAN

ACEH CARONG.BANDA ACEH. Dalam upaya membangun pendidikan di Aceh, Dinas Pendidikan Aceh melaksanakan rapat koordinasi …

2 comments

  1. acehcarong.com… seperti yg di jelaskan pak laisani,,, bahwa untuk tendik seperti tu laboran dan perpustakaan… untuk sementara ini akan di setarakan dengan UMP dan tahun depan akan diujian…dan bagaimana pula bentuk ujian tersebut ?… apakah sama seperti guru yg harus memiliki ijazah D4/S1… sementara tenaga administrasi sebagian tidak memiliki ijazah S1/D4… mereka hanya memiliki ijazah SMA/sederajat… untuk tingkat gura saja mereka kewalahan unutk menjawab soal ujiannya, apalagi tenaga administrasi yg hanya memiliki ijzah SMA !!!! saya berharap kepada acehcarong.com untk mencari jawabannya. terima kasih kepada acehcarong.com yang sudah mencari berita yang uptodate untuk para guru non pns…

  2. pak sya mau tanya jurusan sya pendidikan kesejahteraan keluarga n sya di skolah mengajar prakarya k 13….
    tp ktika daftar ukg tdak ad mata pelajaran tersbt.n sya ambil ke seni budaya..alhasil dinyatakan saya tdk linier permanen…
    mohon penjelasan n pencerahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *